21.9.13

Mencicipi Seni Dalam Segelas Oreo Cappucino di Lawangwangi Cafe and Art Space

Sore Hari di Lawangwangi Cafe and Art Space
Pernah tidak membayangkan bisa pergi ke suatu tempat yang natural, penuh dengan nilai seni namun tetap bernuansa modern?

Lawangwangi Cafe and Art Space menjadi jawaban paling tepat bagi Anda yang mendambakan sebuah tempat penuh dengan sudut-sudut yang menggugah selera untuk sekedar menekan tombol "Shutter" pada kamera kesayangan Anda.

Yang Memiliki Jiwa Seni Harus Pandai Memaknai Benda Mati Ini :)
  
Kala itu tepat pukul 17.00 WIB, rasanya saya sudah tak kuasa lagi untuk segera bertandang menuju Lawangwangi Cafe and Art Space. Bangunan nan megah, luas, simple namun tetap elegan menjadi love at first sight bagi saya. Bangunan ini berlokasi di Jalan Dago Giri 99 Bandung. Dapat diakses cukup mudah bagi Anda yang masuk dari terminal Dago dengan mengambil jalur ke kiri yang menurun kemudian terus ikuti arah dan beberapa signage di sepanjang perjalanan.

Black and White Photo Display

Sekilas tak ada yang menyangka bahwa bangunan luas ini ternyata merupakan sebuah cafe yang dilengkapi dengan gallery art. Siapapun akan takjub dibawa menelusuri ruang demi ruang yang terpajang berbagai benda mati nan sarat akan sense of art

You Must Carry on Your Couple Like This Hanging Statue  :)

Begitu Anda memarkirkan kendaraan Anda menuju tempat ini, Anda akan disambut oleh sebuah jalan yang menanjak karena memang kontur cafe ini berpijak pada dataran tinggi. Tak usah khawatir karena di tempat ini disediakan sebuah tangga permanen yang memudahkan akses Anda menuju sebuah galeri seni yang cukup "mengernyitkan dahi" jika tanpa dibantu oleh katalog. Cukup dengan mengeluarkan kocek Rp.10.000,-, sebuah katalog akan cukup membantu Anda yang kebetulan kurang mengerti makna dari benda-benda bernilai seni yang dipajang di area gallery art tersebut.

Puas menelusuri ruang demi ruang yang menyimpan nilai seni tinggi, saya menapaki lantai paling atas dari bangunan ini. Saya mencoba masuk kedalam sebuah ruangan, yang saya kira sedang ada acara dalam ruangan tersebut karena rasanya gaduh sekali. Ternyata pintu yang saya lewati tersebut merupakan akses saya menuju cafe yang sesungguhnya.
Voila! sungguh menabjubkan ketika saya masuk cafe ini, karena saking bingungnya mencari mana cafe yang dimaksud, ternyata saya berhasil menemukannya! Mungkin sedikit kelemahan dalam pengelolaan cafe ini yakni minimnya penunjuk/sign dan guide yang mengarahkan tamu saat kebingungan mencari batas dimana galeri dan cafe secara detail. Namun semua kebingungan itu terbayar sudah saat menemukan cafe yang memiliki desain minimalis namun tetap artistik ini.

It's Miraculous Spot For Taking Picture

Suasana Malam Hari di Cafe Nan Ciamik Ini Yeeehaaaa..

Begitu saya melihat interior cafe ini, ada sebuah akses yang mengantarkan tamu menuju sebuah tempat yang dapat membuat siapapun betah berlama-lama untuk sekedar menikmati view gunung dan bukit Kota Bandung dari atas bangunan berlapis kayu. Bagaikan sebuah dock kapal atau barangkali jembatan yang menguhubungkan penumpang perahu dari laut menuju tepi pantai. Bedanya ini semua diciptakan di dataran tinggi. Woww.. it's a marvelous place!

Menatap Langit Sore Yang Indah di Atas Bangunan Galeri Seni

Saya tak mau ketinggalan untuk mengambil momen ini. Meskipun tempatnya ramai dikunjungi saat weekend namun karena desain cafe ini sangat menarik, membuat saya tak bosan mengambil gambar dengan kamera. Fantastis!

Segelas Oreo Cappucino Terasa Manis Menggigit Selera Saya

Sofa Nyaman Bikin Betah dan Malas Beranjak :)

Setelah puas berfoto, saya memutuskan untuk duduk di sebuah sofa yang begitu empuk. Sofa yang bersebelahan dengan sebuah lemari berisi lukisan dari kertas ini sungguh unik. Warnanya hitam dan diberi hiasan sebuah bantal berwarna oranye lengkap dengan meja kaca yang sungguh sepadan. Menarik hati saya untuk betah berlama-lama menikmati segelas oreo cappucino di Lawangwangi Cafe and Art Space. Saya janji akan kembali ke tempat ini lagi saat otak saya kembali memanas akibat penat dengan beban pekerjaan. Hehehehe.....

View Kota Bandung Saat Malam Hari Dilihat Dari Lawangwangi Cafe and Art Space
~ Fauziah Andri Priyatno
Spending time in cafe when work goes wrong :)

Photo courtesy of private collection

7.9.13

Berasa Di Studio Foto Saat Makan di ME'nU COFFEE PANTRY

12:00 WIB
Saatnya makan siang!!!!!
Perut udah lapar, kepala udah kleyengan gegara pantengin laptop dari pukul 09:30 pagi. Saya dan karyawan kantor yang notabene berjenis kelamin perempuan langsung meluncur menuju Jalan Dipatiukur. 

Niat awalnya sih memang lagi ingin mencari tempat makan siang yang lain dari biasanya. Langsung deh terlontar ide dari rekan kerja saya yang langsung bilang : "Kita cari makan ke Jalan Dipatiukur aja yuk!!". "Oke", jawaban saya serentak dengan teman lainnya menuju "TKP". Kebetulan kantor saya terletak di Jalan Kyai Gede Utama (Walaupun belum banyak yang tahu) sekitar RS. Baromeus Bandung, tak jauh dari Jalan Dipatiukur. Dengan semangat '45, saya dan rekan kerja saya terhuyung-huyung mencegat angkot karena perut udah mulai keroncongan.

Sesampainya di Jalan  Dipatiukur, rekan kerja saya nyeletuk "kok rata-rata pada tutup yak???". Saya jawab "oh.. mungkin karena lagi pada jumatan kali mbak!!". Celingak...celinguk... dan mulailah muncul perdebatan "Makan dimana ya yang cozy tempatnya??". Tidak lama dari situ teman saya langsung terpikirkan untuk makan di "ME'nU Coffee Pantry" yang memang punya slogan "a Cozy and Comfort place for Couples and Friends". Memang makan siang hari ini sungguh menarik dan unik. Saya dan rekan kerja saya langsung check-in di cafe yang bertempat di bilangan Dipatiukur no.68 Bandung tersebut. Tempat yang konon banyak dikerubutin mahasiswa-mahasiswi kampus ternama di Kota Bandung. 


Ruang Mirip Open Kitchen

Berbicara Cafe-nya memang unik banget. Ketika baru buka pintu masuk aja udah langsung disapa petugas cashier "Mau pesan apa mbak?". Sontak kami terkejut karena biasanya kalau kita mau makan di cafe bisa langsung duduk dan pesen setelah duduk, kan?.. ini bedanya, langsung disodorin pertanyaan menu apa yang mau kita pilih. Buru-buru deh kami langsung pesan menu yang memang didominasi oleh western food. Petugas cashier nya pun melayani pengunjung dibalik open kitchen yang ternyata memang sebuah etalase/pajangan doang. Karena pada kenyataannya hidangan di masak di dapur lantai bawah ?(huhhhh....unik juga ya.. makannya di lantai 1, masaknya di lantai dasar, mungkin karena kontur tanah sekitar Jalan Dipatiukur yang menanjak). Rata-rata ruangan di dekor dengan bingkai-bingkai foto, wallpaper, dan gambar lucu-lucu yang ditempel ke dinding. Meski mayoritas mencerminkan gambar romantisme ala muda-mudi (ce...i...leh) dengan icon-icon yang feminin tapi memang menarik sih ya..... berasa di studio foto :). 

Dekorasi Bingkai Foto Memenuhi Dinding Cafe

Menu makanan disini pun yang lumayan bikin lidah "Aduhai Bergoyang" adalah Omelette sedangkan minumannya milkshake strawberry. Mmmmmm yummy.... dijamin nagih :p. Oh ya di cafe ini walau terkesan mini tersedia juga fasilitas VIP di lantai 2 dengan fasilitas tambahan yakni watching movie free yang bisa di reserve terlebih dahulu. Recommended buat kamu-kamu yang ingin santai baca buku, ngerjain tugas,kerjaan atau nulis. Kalau untuk bergosip kayaknya gak disaranin di sini deh.. soalnya karena ruangannya mini, bisa-bisa gosipnya bikin heboh tiap kali nyeletuk hehehe (Gak kedap suara boooo!!). Konon cafe yang lucu ini milik https://twitter.com/RizkiTheTitans. 

Milk Shake Strawberry Nagih Banget :)

Bandung..dengan sejuta pesona kreativitasnya.. ada aja yah yang bikin hati tergerak untuk menuliskan satu demi satu kisah sudutnya :). Gak terkecuali pengalaman makan siang di cafe cozy ini https://twitter.com/ME_n__U Makin betah deh tinggal di Bandung ^_^V


Wisata Kuliner Berasa di Studio Foto hehe


~fauziahandripriyatno 


"Gastronomy is more than knowledge and taste"


2.9.13

The Chosen One


Pernahkah Anda merasakan posisi sulit dimana Anda harus memilih?.. Apalagi jika itu tengah dialami oleh Anda yang memiliki sifat "agak" plin-plan. Seakan-akan pilihan kata "Jangan Berikan Saya Pilihan" kerap kali menghantui pikiran dan alam bawah sadar Anda.

Pilihan..
Segalanya memang penuh resiko. Baik dan buruknya dalam setiap pijakan pilihan, hanya Tuhan yang tahu. Tuhan yang menciptakan pilihan namun keyakinan dan hati kita yang menggerakan daya dan upaya untuk menggapai pilihan tersebut.

Pilihan..
Satu kata yang singkat namun bisa saja membuat pikiran runyam. Segala pilihan baik dan buruk pasti terselip sebuah rencana Tuhan yang sarat akan hikmah. 1 pilihan, 2 pilihan, 3 pilihan dan sekian pilihan pastinya membuat hati kita bingung, takut salah langkah, dilema, galau, gundah gulana, resah, ragu dan perasaan lainnya. Tapi tahukah Anda bahwa pilihan diciptakan oleh Tuhan agar kita mampu bijak mencermati jalan hidup. Pilihan diciptakan agar kita semakin tegar ketika "harus" bersyukur dan bertanggung jawab akan pilihan kita.

Pilihan..
Entah itu persoalan pekerjaan, pasangan, pendidikan, dan sebagainya. Mempunyai maksud. Kita sebagai manusia hanya dapat memilih, memperkirakan, menentukan serta mempersiapkan diri andaikata harus terjatuh dan salah pilih. Namun karena Tuhan Maha Tahu, serahkanlah segalanya pada Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa berencana namun Tuhan pula yang menentukan.




Tentang pilihan, ada sebuah kata bijak yang sekiranya dapat meyakinkan hati siapapun yang sedang berada dalam kebingungan menentukan pilihan.

"Logika memang tahu bagaimana membuat keputusan yang benar, tapi hati tahu mana yang buat bahagia bahkan jika itu keputusan yang salah"

Photo courtesyhttp://deciopivanianas.blogspot.com dan Doc. pribadi


***

Fauziah Andri Priyatno has a bunch of plans and sometimes get difficulty when making decision but always try to put her trust on Allah S.W.T

4.8.13

Dear you..


Dear you..

Thank you for everything that u give to me..
Ur morning, ur afternoon, ur night, ur care, ur patient.. u change my life and fill my love story.
U have chased my soul and be a winner of my heart
With ur romance, calm, gentle, and stable of ur emotion show me that u are perfect enough for me..

Sometimes i ask to the time. I don't  wanna end up this relationship
Please, be right here beside me whether things are good or bad
Please, be my marvelous day whether the situation gets cloudy and horribly
Please, be my wonderful day whether my beauty doesn't appear anymore
Please, be my brilliant day whether the problem try to ends up our relationship
Please, be my sweet heart whether my disable have seen
Please, be my balance if my ego gets up and down
Please, be my spirit if my mood goes wrong

I have many times fall in love with some guys, unlucky me, the relationship broke, and make my heart broken many times. I cry like a child, then i'm fine, i cry the loudest, then i stop, the circulation round like a roller coaster. It's such a waste of time. I don't wanna feeling that circumtances anymore


Dear you,
I'm falling in love with you..
I feel the difference
With u, i want to build a castle of love
With u, i try to trust u as pay ur honest to me
I want to be ur last
I love you..

God..please show us the best way, I wish this relationship will be happy ending with our dreams
And I hope it will be come true

Aamiin

Warmest regards and a bunch of love dedicated for you


Photo courtesy :
http://funlava.com/love-pictures/ ,
http://www.fanpop.com/clubs/love/images/33915282/title/love-photo

30.7.13

“Pedagang Kaki Lima dan Asongan -  Riwayatmu kini”

Penertiban pedagang asongan dan kaki lima yang dilakukan baik di atas moda transportasi ‘ular besi’ maupun di sejumlah stasiun seolah menjadi ‘petak umpet’ yang tidak berkesudahan. Persoalan negeri ini antara ingin memperbaiki citra pelayanan yang dihadapkan dengan masalah ekonomi yang menimpa para pedagang kaki lima dan asongan di stasiun kereta api menjadi dilema tersendiri.  

Entah mana yang benar dan salah dari upaya penertiban ini, namun yang menjadi sorotan masyarakat adalah nasib yang kini menimpa para pedagang tersebut. Saat ratusan juta nyawa nyaman berselimut di keheningan malam hingga pagi buta, mereka justru harus berkutat mengisi kantung-kantung uang hasil dagangan. Panca indera mereka dipaksa untuk tetap terjaga untuk dapat bertahan hidup.

Ibu Siti, Pedagang Gorengan Asal Kota Tasikmalaya

Siti, 57 tahun, pedagang asli kota santri, mengaku bahwa ia harus rela antri sedari fajar menyingsing untuk membeli gorengan dari pasar tradisional. Setiap harinya, gorengan berwarna kecoklatan dan berbau gurih tersebut kembali ia jual di Stasiun Tasikmalaya. Kadang laku terjual dan kadang tidak sama sekali. Sungguh tidak menentu.

Selain gorengan, nasi berlauk ayam adalah jenis makanan yang dijajakan oleh para pedagang asongan. Sebagian masih hangat, dan sebagian lain sudah dingin tak membangkitkan selera.


Penjual Nasi Ayam di atas Gerbong Kereta Api
Sekilas tak ada yang mewah dari makanan yang mereka jual. Harganya murah namun mampu mengganjal perut penumpang. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka untuk meraup keuntungan lebih cepat dari peluit kereta yang siap bergegas ditiup petugas stasiun kereta api.

Tak seperti dulu saat mereka dapat turut berjualan di atas kereta dari stasiun ke stasiun, kini para pedagang asongan harus berlari menyerbu gerbong penumpang untuk menjajakan dagangan mereka dengan limit waktu yang singkat. Hitungan menit menjadi amat berharga. Tidak sampai 10 menit mereka harus segera beranjak dari transaksi singkatnya.

Petugas Keamanan Berjaga-jaga di sekitar Stasiun Cipendeuy

‘Kucing-kucingan’ dengan petugas merupakan hal yang biasa. Saat masinis mulai menjalankan kereta api jagoannya, tak jarang mereka kalang kabut dan kelimpungan. Beruntung jika transaksi jualan mereka telah usai. Namun jika transaksi masih berlangsung sedangkan pintu gerbong kereta api harus segera terkunci, maka tak tahu apa yang mereka harus pertaruhkan. Pada akhirnya bunyi peluit petugas keamanan lah yang berlaku tegas memaksa mereka untuk bergegas turun dari singgasana kereta api.

Nasib sama pun menimpa pedagang kaki lima yang menggelar “lapak”nya di sekitar stasiun. Pemilik jongko-jongko liar kini tak lagi menampakan batang hidungnya. Alih-alih takut dengan petugas keamanan di stasiun, mereka lebih memilih untuk menghentikan usaha kecil yang keuntungannya tidak seberapa tersebut. Hanya segelintir jongko yang sudah mengantongi izin resmi lah yang masih bisa bertahan berniaga.

Selamat datang di negeri dengan proses ‘remedial’ citra pelayanan kereta api!


Saya Melakukan Wawancara Langsung Dengan Bu Siti, Pedagang Gorengan di Stasiun Tasikmalaya


As published on INTIMATA e-magz

Photo courtesy :
Photo 1 s.d 3 (Koleksi Pribadi) dan Photo 4 (one of copywriters at INTIMATA e-magz)


17.7.13

Mei dan Juni

Mei..

Kala pertemuan aku dan kamu di sebuah café di bilangan pusat kota yang dijuluki dengan kota “FO dan wisata kuliner”

Kau mengenakan kaos warna hitam kompak dengan aku yang juga mengenakan hijab berwarna hitam bercorak putih

Apakah itu pertanda awal pertemuan kami yang memang sehati?

Diawali dengan percakapan demi percakapan renyah yang terkadang membuat kami tertawa lebar ditengah celotehan-celotehan kami yang unik dan nyaman

Karaktermu yang pendiam dan santai bak air sungai yang mengalir tenang mendadak kontras dengan aku yang meletup-letup bak matahari terik ketika pertengahan siang

Apakah itu petunjuk bahwa aku dan kamu tercipta untuk saling melengkapi?

--

Juni..

Sebuah langkah penentu hubungan antara aku dan kamu menjadi kami

Suatu nama bulan yang kuharapkan selalu bisa menjadi kabar baik antara aku dan kamu

Juni, empat huruf, bulan ke enam

Kami larungkan niat baik itu dalam sebuah hubungan yang kami harap dapat bahagia tiada tepi, selalu lurus ketika segalanya membelokkan

Terkadang aku merenung dan berfikir dalam senyap malam dan sekelebat pikiran yang kosong

Dapatkah kami selalu bersatu dalam suka dan duka ketika batu kerikil siap menghadang kami?

Akankah waktu mengilhami kami untuk bisa saling mengerti dan menghargai ditengah berbagai macam intrik kehidupan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut berkecamuk dalam naungan pikiranku, namun aku selalu mencoba untuk yakin akan hubungan yang sarat akan tumpukan kepercayaan




Aku percaya kamu.. terlebih ketika kamu memberikanku sekuntum mawar merah yang kau beri tanpa kuduga

Aku..dengan segala kekuranganku hanya mampu menyunggingkan senyuman ketika kamu hendak memberikanku sekuntum mawar itu

Apakah mawar itu pertanda kesetiaanmu padaku? Ataukah hanya sekedar simbol yang lambat laun akan pudar ketika bunga itu layu dan mengering?

Aku berharap yang terbaik bagi hubungan aku dan kamu sehingga “kami” dapat selalu menjadi “kami” yang kian hari kian selaras dan terpaut menuju bahtera impian kami.

--

4.7.13

Agustus


Agustus..
Bulan sarat akan sejarah yang tertoreh dalam muatan pikiranku
Suatu perkenalan yang terjadi atas dasar campur tangan Tuhan.
Perkenalan singkat namun cukup membuatku terhenyak ketika kini keadaan telah berubah
Perkenalan itu diawali dengan perbincangan berat mengenai misi hidupku denganmu
Malam demi malam kulewati, merangkai sejuta asa dan impian atas gubahan masa depanku
Kau lambungkan anganku hingga mencapai puncak langit
Kau sandarkan hatimu dalam celotehan cerita-cerita saat kondisi alam sadarku mulai aktif
Namun kini tak ada lagi kantung-kantung cerita yang sengaja kau lontarkan setiap bibirmu berdesis dan mengiang di telingaku
Semua kini lenyap….hingga membuatku bertanya-tanya
Bagaikan bongkahan lampu yang kau lewatkan terang begitu saja saat kau tertidur lelap
Bagaikan nyamuk yang lupa kau tepis saat mengigit kulit coklatmu
Saat itu ku terbujur kaku, menahan sejuta kerinduan yang tak bisa ku lontarkan pada siapa seharusnya.
Kau yang telah pergi meninggalkanku, meninggalkan sejuta pertanyaan yang membuai pikiran tenangku
Akankah kau menjawab semua kegelisahan hatiku?
Akankah pertanyaan-pertanyaan hati ini dapat kau jawab dalam bahasa yang seharusnya kau ucapkan?
Akankan tiba saat dimana kau kembali meraih sebingkai ambisi dan sebongkah rencana hidup kita?
Bulan Agustus akan kembali menghampiriku..
Haruskahku lewatkan Agustus kali ini tanpa kehadiranmu?

Just in writing not in reality ^_^v

26.6.13

“Mendewasakan diri dari hal paling kecil”

Dinginnya malam ditemani sebatang coklat susu Swiss mengantarkan saya pada sebuah tulisan sederhana. Tulisan ini sebenarnya sebagai latihan untuk saya pribadi tentang sebuah proses menghasilkan karya berupa tulisan. Gampang-gampang susah itu yang saya rasakan ketika menulis. Apalagi dengan mood yang kadang pengaruh banget saat menulis. Belum lagi ketika mau memulai menulis bahkan selama menulis ada saja halangan. Halangan itu bisa saja dari lingkungan sekitar yang bisa mengacaukan keseriusan saat menulis. Memang sebaiknya ketika menulis sebisa mungkin memilih tempat yang tenang, damai, ditemani dengan suguhan musik penyeimbang jiwa dan trik lain yang bisa menambah kenyamanan dan keseriusan saat menulis.

Sempat terlintas di fikiran saya untuk menulis tentang sebuah proses untuk menjadi dewasa. Memang terdengar berat. Well, let’s talk about being mature! Yeayyyy... Sebenarnya jika kita telaah lebih dalam lagi menjadi dewasa itu memang sulit. Dewasa berarti memiliki kematangan fikiran, kebesaran jiwa, kejernihan hati. Siap untuk bersabar apalagi siap tersakiti. Tapi dibalik itu semua, apa yang telah saya rasakan selama 25 tahun ini banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik.

As you know, Puncak masalah terberat dalam hidup saya pernah dialami saat berusia 23 tahun. Pelik.. sakit.. rumit.. putus asa.. yang saya alami kala itu. Rasanya dunia ini sangat tidak bersahabat dengan saya. Tanpa pertolongan Tuhan rasanya mungkin saya tidak akan seperti hari ini. Hari ini saya masih bisa tertawa lepas atas lelucon rekan kantor, menghirup bau tanah saat pagi hari, mendengar suara anjing yang melengking di telinga saya. Oh Tuhan.. tanpa pertolonganMu, mungkin saya akan terus terpuruk kala itu.

Dewasa..satu kata yang gampang diucapkan, hanya butuh beberapa detik, tetapi latihannya seumur hidup. Dewasa cukup dikalahkan dengan satu kalimat saja yaitu “EGO”. Dewasa pun tidak bisa diukur dengan matangnya usia sesorang. Tapi dewasa identik dengan cara pandang kita dalam melihat sesuatu. Saya misalnya dengan segudang pengalaman baik itu buruk maupun baik belum tentu dewasa. Ada beberapa kasus dimana saya tidak dewasa tetapi pada beberapa kasus lain bisa saja saya dewasa menghadapinya. Jadi bukan berarti kita dituntut terus-terusan mendewasakan diri. Mungkin ada kalanya kedewasaan dapat tumbuh perlahan-lahan. Sejatinya memang faktor kesabaranlah dan positive thinking yang menjadi kunci untuk menghadapi orang-orang yang belum dewasa secara maksimal dan melatih kedewasaan kita tentunya.


Pernah saya alami saat salah satu rekan kerja saya meminta tolong menemani ke suatu tempat, tetapi dalam kondisi saya sedang tidak bisa memutuskan saat pukul berapa saya bisa menemaninya. Saya memberikan kisaran waktu padanya untuk bisa bertemu saya saat pulang kerja namun dengan catatan “perkiraan waktu jam pulang kantor”, kebetulan jam pulang kerja kantor saya tidak bisa diprediksi, bisa lebih dari pukul 5 sore tetapi bisa lebih. Ia pun sepakat dengan mengiyakan kondisi saya saat itu. Ketika ia menunggu saya di suatu tempat untuk bertemu tanpa sengaja saya terlambat dan ia mulai kesal dengan keterlambatan saya. Padahal dari awal pembicaraan kan saya sudah bilang untuk mengerti kondisi waktu yang saya punya. Tetapi ketika ia akhirnya berhasil bertemu dengan saya, ia malah menggerutu. Seharusnya dia bisa dewasa menanggapi keterlambatan saya karena kondisi pekerjaan saya yang memang jam pulang kantornya tidak bisa diprediksi. Saya coba memberikan pengertian kepadanya dan akhirnya dia berhasil tidak menggerutu lagi. Jadi selain sabar, positive thinking, juga yang terpenting adalah komunikasi yang tepat. Itu sepertinya faktor-faktor yang dapat membangun kedewasaan seseorang. Sebenarnya dari cerita sederhana yang saya paparkan tadi terekam sebuah hikmah dalam melatih kedewasaan melalui upaya-upaya kecil. Bagaimana dengan Anda apakah lebih memilih berusaha mendewasakan diri atau menggerutu yang tak ada unjungnya?Saya pun kembali mengunyah coklat susu Swiss yang sempat terabaikan karena keasyikan menulis.



Note to myself : being mature is difficult but should be try!

25.6.13

Mempariwisatakan Indonesia






Kondisi negara Indonesia terakhir ini sedang dilanda berbagai macam persoalan. Dari mulai kenaikan harga premium, solar dan sembako. Tentunya persoalan tersebut membuat hati penduduk Indonesia menjadi miris dengan keadaan bangsa yang sedang “galau” ini. Indonesia sebagai negara yang memiliki segudang potensi alam, terasa sangat miskin sekali akhir-akhir ini. Bukan berarti saya pribadi tidak memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi tetapi memang pada dasarnya kondisi di negara saya tinggal ini sedang tidak stabil.

Penyebab mencolok dari keadaan yang carut marut terjadi di Indonesia ini tidaklah bukan karena “KORUPSI”. Bisa dibanyangkan para pejabat yang dengan mudahnya memakan uang rakyat. Dari uang rakyat, mereka pun habiskan uang tersebut untuk hal-hal negatif. “Uang Rakyat” yang seharusnya menjadi balas jasa keringat rakyat jelata yang banting tulang untuk kehidupan berubah menjadi “Uang Haram”.

Tiba-tiba pikiran saya dibayangi sekelebat pertanyaan. Jika memang potensi lainnya tidak dapat diandalkan lagi oleh pemerintah, kenapa sih tidak memanfaatkan potensi dari sektor pariwisata?. Bisa dilihat Negara Singapura, Malaysia, dan Arab Saudi misalnya, walaupun pariwisata bukan menjadi sektor utama perekonomian negara-negara tersebut namun sejatinya dapat menjadi sektor pendukung perekonomian yang memberikan dampak multiplier effect bagi kesejahteraan rakyatnya.

Sebenarnya destinasi wisata di Indonesia cukup beragam, terlebih Indonesia bagian timur seperti Wakatobi, Pulau Weh, Raja Ampat yang ternyata memiliki keindahan yang sungguh luar biasa. Contohnya laut yang biru sangat kontras dengan kehidupan bawah laut yang tenang dan semarak. Potensi-potensi tersebut sebetulnya dapat dimanfaatkan pemerintah.

Tahap awal yang sebaiknya dilakukan pemerintah yakni dengan cara memperbaiki infrastruktur meliputi pembangunan sarana dan prasana pendukung pariwisata. Kemudian pemerintah dapat menyerukan local people guna memperkecil tingkat pengangguran. Melibatkan local people untuk dilatih sebagai pekerja di sejumlah destinasi wisata. Setelah local people diberikan pembinaan dan pelatihan, langkah selanjutnya adalah memberikan edukasi kepada wisatawan mengenai berwisata yang sehat. Sehat bukan berarti hanya dalam fisik saja namun juga sehat dalam jiwa dan pemikiran. Sehat dalam arti selalu menjaga lingkungan ketika berwisata dan mematuhi adat istiadat serta kultur setempat. Idealnya Indonesia bisa berkaca pada Negara Malaysia yang mampu memanfaatkan potensi wisata. Walaupun pada kenyataannya Negara Malaysia banyak “mengklaim” kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia. Bukan berarti Indonesia dapat meniru sikap buruk yang ditunjukan Negara Malaysia, namun idealnya inisiasi mereka memajukan sektor pariwisata sebagai sektor pendukung perekonomian negara dapat menjadi rujukan Negara Indonesia.

Semoga dengan kesadaran pemerintah Indonesia untuk fokus dan concern memajukan sektor pariwisata sebagai sektor pendukung perekonomian Indonesia, lambat laun kondisi bangsa ini dapat berubah. Semakin dikenal sektor pariwisata Indonesia di mata dunia, diharapkan citra dan kondisi bangsa Indonesia dapat segera pulih dari "seonggok" imej negatif.

Mari mempariwisatakan Indonesia 
@zeezeeuzieuzie

17.6.13

Bau Hujan

Bau hujan itu menyentuh dasar tanah. Semerbak wangi daratan ketika ditetesi air hujan. Hujan bukan berarti langit tampak menangis. Namun hujan memberikan sebuah alunan gemericik nan syahdu memangkas amarah dan murka sengatan matahari.




Hujan terkadang menjadi kambing hitam bagi siapapun yang berontak akan kehadirannya.  Hujan diciptakan memberikan kesejukan bagi siapapun yang merasakan “basah”. “Basah” dengan milyaran manfaatnya. Hujan bukanlah sebuah subjek yang patut disalahkan. Hujan bukanlah takdir. Namun hujan hanyalah sebuah ekspresi sayang Tuhan pada mahluk ciptaanNya.


Cobalah untuk pergi ke sebuah tempat yang tidak memiliki hujan. Hanya summer, snowy, autumn, dan winter. Rasakan ketidakhadiran hujan disisimu. Sepi… tak bersahabat.. tak berdaya. Kau bahkan pasti menangis jika tidak ditemani hujan. Tak pernah lagi kau hirup bau tanah saat hujan mulai membasahi bumi pijakanmu. Tak pernah lagi kau rasakan dinginnya udara kala hujan yang kadang menusuk tulang. Tak pernah lagi kau rasakan hujan yang memancing emosimu untuk menjaga lingkungan.



Hujan sebagai bentuk manis gejala alam. Hujan, sebuah nafas terpenting dalam roda hidup mahluk Tuhan. Hujan,, sesederhana matahari, semewah gugusan bintang, seteduh rimbunnya pepohonan. Hujan,,. Aku tak dapat terbiasa tanpa hujan. Karena hujan adalah anugerah.. bukan kutukan..


Lihatlah nuansa setelah hujan.. jalanan basah terasa sejuk, setiap mahluk hidup merasakan kesegaran kembali. Bunga-bunga muncul bermekaran, aktivitas kembali bergelayut manja menemani individu.. Bisa dibayangkan bila tanpa hujan, daratan gersang, kepulan asap begitu kejam menahan sirkulasi udara segar, dan matahari sekonyong-konyong angkuh memancarkan sinarnya tanpa pelukan hujan.



Hujan.. oh.. aku rindu padamu…hujan yang menyehatkan.. hujan yang tenang dalam bisikan gerimis nan gemulai membasahi setiap sudut bumi….


Hujan.. janganlah angkuh meninggalkanku yang tak berdaya akan sengatan matahari. Hujan.. ku biarkan kau jatuh perlahan menemani separuh hidupku tanpa tergesa-gesa dan berlebihan.




@zeezeeuzieuzie-Jadikan Hujan Sebagai Kekasih dan Sahabat


 Photo courtesy
 
http://fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/12/09/gadis-gerimis-514687.html

http://www.tempo.co/read/news/2013/04/12/083472931/Hari-Ini-Jakarta-Bakal-Dibasuh-Gerimis

Dokumen Pribadi